Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan adalah sebuah keniscayaan. Menengok kembali pada lini masa sejarah, pendidikan dan teknologi terus berkembang beriringan dan saling mengisi. Pendidikan banyak memanfaatkan teknologi dalam strategi, metode, dan media pembelajaran. Pada saat yang sama, teknologi juga berkembang dalam pesatnya kemajuan pendidikan. Dimana semakin banyak orang yang teredukasi, maka teknologi juga semakin diterima dan terus berinovasi.
Setiap inovasi dalam teknologi dapat berawal dari sebuah permasalahan, penyempurnaan, atau kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Sepuluh tahun terakhir kita melihat banyak sektor yang mulai
Kelas Abad 21 Mengintegrasikan Teknologi Dalam Pembelajaran title=Akselerasikan Indonesia Dengan Integrasi Pendidikan Abad 21 Dan Teknologi Digital style=width:100%;text-align:center; onerror=this.onerror=null;this.src='https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRVTekMmQ1slS06XDJ7C9YAJyoYLCPo2rqiiBG79DApIMElNOrGyTPdvvDqGlb1EENNfYI&usqp=CAU'; />
Dengan teknologi, dari yang memakai basis manual berpindah secara bertahap pada digital. Seperti data kependudukan, data pokok pendidikan, transaksi online, ojek online,
Praktik Integrasi Teknologi Dalam Pembelajaran Sekolah Harapan Mulia Bali Mendapat Dukungan Dari Dinas Kepemudaan Dan Olahraga
Kemudahan ini sebenarnya tidak gratis. Ada harga yang harus dibayar oleh setiap orang untuk tetap bertahan dan berkembang sesuai dengan zamannya, yakni kemauan untuk berpikir terbuka. Contohnya warung kelontong yang juga berjualan secara online, petani hidroponik yang memasarkan hasil panennya melalui sosial media atau kursus Toefl dari kelas online. Di abad 21 ini kita dituntut memiliki kemampuan untuk menerima hal-hal baru dan beradaptasi dengan baik. Hal ini tidak mudah dan butuh waktu yang lama.
, Profesor Lant Pritchett dari Harvard Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika Serikat mengatakan bahwa perlu 128 tahun bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara yang pendidikannya telah maju. Hal ini berdasarkan data penelitiannya bahwa tingkat literasi dan numerasi orang dewasa Indonesia di Jakarta berada pada atau di bawah level 1. Bahkan sebanyak 42, 3% penduduk Jakarta yang memiliki pendidikan tinggi, ternyata tingkat literasinya hanya berada pada level 1 atau lebih rendah daripada penduduk Yunani dan Denmark yang umumnya hanya menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mencapai level tersebut.
Hal tersebut menjadi tamparan tersendiri bagi dunia pendidikan. Terlebih lagi, DKI Jakarta adalah wilayah dengan fasilitas yang memadai. Lalu bagaimana dengan daerah lain yang kemajuan teknologi tak sepesat Jakarta?
Keterampilan Abad 21
Kita tidak mungkin menunggu 128 tahun untuk perubahan itu. Harus ada langkah seribu untuk melakukan akselerasi atau percepatan dalam sistem pendidikan. Melihat kondisi geografis, sosial, budaya dan ekonomi masyarakat di Indonesia, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah tepat untuk pemerataan akses informasi. Terlebih lagi di masa pandemi ini
Pandemi Covid-19 sudah lebih dari setahun melanda negeri ini. Kondisi ini mempengaruhi kehidupan masyarakat pada lintas sektor dan berbagai lini, termasuk juga pendidikan. Pada Juni 2020, terbit Surat Keputusan Bersama dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Setiap wilayah dibagi dalam beberapa zona sesuai dengan kondisi terkini kasus Covid-19, dan dilakukan strategi pembelajaran yang berbeda. Praktis, banyak sekolah yang memberlakukan pembelajaran jarak jauh berbasis online.
Digunakan dalam pembelajaran. Kelas-kelas online terbentuk secara masif, banyak pelatihan media dan strategi pembelajaran yang menarget pada guru. Bahkan, Kemendikbud membuat serangkaian workshop online dengan berbagai tema yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran terkini bagi guru.
Infografik: Mempersiapkan Generasi Abad 21
Berdasarkan fenomena ini, bisa diamati bahwa teknologi digital yang semakin berkembang mampu memberikan alternatif solusi di masa genting seperti saat ini. Pemanfaatan kelas online untuk tetap melakukan pembelajaran jarak jauh menjadi bukti paling nyata bahwa sistem pendidikan bisa dikembangkan pada dimensi digital. Tak terbatas pada hal itu, pemanfaatan beragam aplikasi sebagai media pembelajaran pun mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Seperti Google Jamboard untuk diskusi, Geogebra AR untuk geometri, digital library,
Dan masih banyak lagi. Aplikasi digital yang juga berkembang dan saling terkoneksi ini memperkaya sumber belajar siswa. Maka dengan teknik dan strategi pembelajaran yang tepat, seharusnya bisa optimis menjadikan kondisi saat ini sebagai batu lompatan besar untuk percepatan sistem pendidikan di Indonesia
Hal utama yang seharusnya menjadi fokus awal dalam akselerasi pendidikan melalui digitalisasi ini adalah mindset atau pola pikir. Kita tidak bisa menetap pada pola pikir lama. Pendidikan di abad 21 ini seharusnya berkembang ke arah yang lebih

Penemuan Penting Di Abad 21 Bagi Hidup Manusia
, fleksibel, adaptif, dan kolaboratif. Keterbukaan dalam menerima hal-hal baru seperti teknologi dan strategi akan menjadikan pendidikan lebih luwes dalam berkembang sesuai kebutuhan zaman. Sehingga pada teknis pelaksanaannya akan ada beragam adaptasi dan kolaborasi lintas bidang yang saling mendukung. Misalnya pembelajaran jarak jauh melalui kelas online. Guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar, maka strateginya memberikan porsi yang lebih banyak pada siswa untuk eksplorasi sumber belajar dan potensinya. Hal ini bisa memanfaatkan beragam aplikasi dan
Mendukung konsep tersebut, sarana dan prasarana penunjangnya pun harus siap. Digitalisasi konten pembelajaran, penataan ulang administrasi, juga peralatan seperti gawai, komputer, dan akses internet. Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) periode 2019-kuartal II/2020 mencatat, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 196, 7 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 23, 5 juta atau 8, 9% dibandingkan pada 2018 lalu.
Menjadikan akses internet dan informasi menjadi mudah. Berbagai macam produknya dapat menjadi pilihan bagi masyarakat dari berbagai kalangan dalam menikmati akses internet yang tersebar ke seluruh Indonesia. Seperti Indihome, Telkomsel, Wifi.id, dan lain sebagainya.
Revolusi Industri 4.0
Integrasi antara pola pendidikan abad 21 dan perkembangan teknologi ini perlu diterapkan dengan lebih optimal lagi agar mampu membuka sekat-sekat yang selama ini membuat kita jalan di tempat. Kualitas pendidikan pun perlahan bisa seimbang antara satu daerah dengan daerah yang lain. Sehingga kita tidak perlu menunggu selama 128 tahun untuk melihat pendidikan Indonesia yang maju.Menyikapi Tuntutan Kurikulum Geografi di Abad 21 dengan Teknik Pembelajaran Bauran Berbasis Kasus (Case Based Blended Learning) dan Proyek (Project Based Blended Learning)
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat dalam segala lini kehidupan yang menghubungkan dunia tanpa batasan menandai dimulainya abad 21. Hal ini menyebabkan perubahan kualifikasi dan kompetensi sumber daya manusia yang menuntut peserta didik untuk belajar lebih proaktif dalam menghadapi tantangan global. Pemerintah selalu berupaya meningkatkan aspek pendidikan pada setiap jenjang secara berkelanjutan sesuai dengan perkembangan pendidikan di dunia dengan menerapkan kerangka kerja pembelajaran inovatif abad 21 yang dicetuskan oleh

(2011) dalam pengembangan kurikulumnya yang berfokus pada perkembangan media teknologi informasi. Terutama pada masa pandemi covid-19 saat ini, segala aspek pendidikan telat dialihkan dengan sistem daring (pembelajaran jarak jauh) demi menekan penyebaran virus covid-19.
Pembelajaran Abad 21 Merupakan Pembelajaran Yang Mengintegrasikan Kemampuan Literasi
(sekolah harus diintegrasikan dengan masyarakat). Adapun terdapat dua pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran K13 yang berkaitan dengan kebutuhan abad 21 yaitu pendekatan inkuiri dan saintifik sebagai rujukan dalam pengembangan berbagai model pembelajaran inovatif abad 21.
Untuk menyikapi tuntutan kurikulum geografi abad 21, mahasiswa dapat melakukan upaya demi meningkatkan kecakapan yaitu dengan menggunakan teknik pembelajaran bauran berbasis kasus (
Adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran.
Cabaran Mengintegrasikan Teknologi Dalam Bilik Darjah
Dapat menjadi solusi yang tepat untuk menyesuaikan kebutuhan, gaya belajar peserta didik, dan menciptakan pengalaman belajar yang tepat waktu dalam pengembangan abad 21.
) berdasarkan permasalahan atau contoh kasus sebagai kajian. Contoh kasus yang bisa dijadikan sebagai bahan kajian, antara lain: Merupakan peristiwa tertentu atau khusus yang bersifat spesifik/khas; Merupakan contoh kasus, kondisi aktual dari keadaan lain, lingkungan atau kondisi tertentu tentang orang atau sesuatu; Merupakan fenomena yang terjadi di dalam kehidupan nyata; Merupakan pikiran, tindakan, serta pengembangan diri individu; Dan lain sebagainya.
) berdasarkan pada pembelajaran yang berbasis proyek. Untuk contoh proyek yang dapat dijadikan sebagai bahan kajian, yaitu segala macam kegiatan yang dapat menghasilkan produk, baik fisik maupun non fisik.
Manfaat Teknologi Informasi Bagi Bisnis Dan Perusahaan
Dalam pengimplementasiannya, kedua metode pembelajaran tersebut dapat dibaur. Pembauran tersebut akan menghasilkan teknik pembelajaran berbasis pada kasus/kejadian tertentu yang menghasilkan produk fisik ataupun non fisik dengan cara daring maupun luring. Cara ini dapat dijadikan salah satu terobosan untuk menciptakan peserta didik yang memenuhi kriteria dalam kecakapan pembelajaran kurikulum geografi abad 21, khususnya bagi para mahasiswa yang dekat waktu akan turun langsung ke dunia pekerjaan.
Sebagai mahasiswa kependidikan dan calon guru geografi, sangat perlu untuk memahami perkembangan yang ada seputar pembelajaran geografi. Apalagi perkembangan pembelajaran Geografi dan kaitannya dengan tuntutan perkembangan zaman. Guru Geografi adalah kunci utama pendidikan dan pembelajaran Geografi. Pemahaman tentang perkembangan Kurikulum juga merupakan hal dasar yang harus ditingkatkan oleh calon guru. Penyajian uraian tentang pembelajaran geografi dalam kurikulum 2013 akan menjadi bekal untuk menjadi guru profesional.
Kemampuan pendidik dalam mengembangkan rencana pembelajaran merupakan hal yang sangat menentukan peserta didik untuk memiliki semua kecakapan abad 21. Kegiatan-kegiatan yang menantang peserta didik untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah, mendorong untuk bekerja sama dan berkomunikasi menjadi hal penting yang harus termuat dalam rencana pembelajaran yang dibuat. Selain itu, penilaian seharusnya tidak lagi sekedar untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses belajar sehingga penilaian dan proses pembelajaran tidak lagi diposisikan sebagai kegiatan yang terpisah. Penilaian seharusnya berorientasi pada mempersiapkan peserta didik untuk memiliki kesiapan menghadapi tantangan kehidupan nyata di lingkungan global yang kompleks di masa depan. Oleh karena itu, pendidik harus menguasai keahliannya, baik dalam disiplin ilmu pengetahuan maupun metodologi mengajarnya.Pada abad 21, kecenderungan manusia dalam meggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berkembang sangat pesat. Informasi dan komunikasi mempengaruhi berbagai kehidupan serta memberi perubahan tentang cara hidup dan kegiatan manusia sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Minat membaca masyarakat yang juga meningkat berdampak pada pemenuhan kebutuhan yang mudah dan cepat diakses.
![]()
Dunia Pendidikan Dalam Revolusi Industri 5.0
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, pendidikan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Salah satu perhatian pendidikan yang menjadi perioritas untuk ditingkatkan adalah kualitas pendidikan, khususnya kualitas pembelajaran. Upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tersebut adalah dengan mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada pembelajar.
Pembelajaran yang berorientasi pada pembelajar dapat dilakukan dengan membangun sistem pembelajaran dimana sistem ini memungkinkan pembelajar untuk mempunyai kemampuan belajar lebih menarik, interaktif, dan bervariasi (Munir, 2017). Seiring dengan perkembangan teknologi informasi
Komentar